Sementara pasangan lain, Bambang Dwi Hartono-Muhammad Said Abdullah (Jempol) mendapat 11,47 persen suara dan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat memperoleh 2,37 persen suara. Dengan demikian, untuk sementara KarSa masih unggul. Namun demikian, real count atau penghitungan manual KPU masih harus ditunggu, apakah KarSa benar-benar menang atau tidak.
Sebagai incumbent, KarSa tentu diuntungkan. Namanya lebih dikenal publik dibanding calon lain. Buktinya dalam beberapa survei sebelum pilgub, KarSa lebih populer ketimbang calon lain. Lalu faktor apa lagi menyebabkan KarSa menang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.